Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Thursday, June 1, 2017

Akun Facebook Afi Nihaya Faradisa Mendadak Hilang Akibat Tulisannya Diduga Plagiat

Foto: Afi Nihaya Faradisa (Facebook.com)
Lagi dan lagi, seorang siswi asal SMA Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur yang bernama Asa Firda Inayah (Afi Nihaya Faradisa) membuat heboh netizen. Hal tersebut lantaran tulisannya yang berjudul ”Belas Kasih Dalam Agama Kita” (25/05/2017) diduga hasil palgiat dari orang lain. Bahkan, tulisan afi nihaya tersebut sampai diterbitkan di salah satu media tersohor tanah air dengan judul "Pezina yang Diampuni: Belas Kasih dalam Islam".

Tak disangka, usut punya usut ternyata sebagian tulisan tersebut bukanlah buah tangan Afi. Tulisan tersebut ternyata milik salah seorang netizen bernama Mita Handayani yang ditulis pada tahun 2016 lalu. 
Baca juga: Afi Nihaya Faradisa : Kita tidak harus berpikiran sama, tapi marilah kita sama-sama berpikir.
Terbongkarnya tulisan afi yang diduga hasil plagiat tersebut pertama kali diberitakan oleh Pringadi Abdi Surya, yang tidak lain adalah seorang penulis. Bahkan Pringadi Abdi Surya tersebut dengan jelas menuliskannya dilaman kompasiana jika memang benar tulisan Afi tersebut ternyata diduga milik salah seorang netizen yang bernama Mita Handayani. Nah, disana tertera jika Mita Handayani menuliskan itu pada tahun 2016 lalu. 

Bahkan untuk menghindari fitnah, Pringadi Abdi Surya pun sampai memberikan bukti-bukti berupa screenshoot. Seperti apakah isi dari screenshoot tersebut? Berikut dibawah ini lebih jelasnya
Gambar: tangkapan layar facebook Afi dan Agama Kasih
______________


Gambar: WA Screenshoot FB
__________________


Gambar: WA Screenshoot FB
_____________


Gambar: WA Screenshoot FB
____________________


Gambar: WA Screenshoot FB
________________



Bukan hanya itu saja, salah satu jejak digital yang memang masih dapat ditelusuri adalah akun Willy Liu. Pasalnya,disana kita bisa dapati tulisan serupa yang pernah dibagikan olehnya. 

Willi Liu pun sempat mengkonfirmasi saat ada yang menanyakan di timeline facebooknya, jika tulisan AFI berjudul "Belas Kasih Dalam Agama Kita" yang lagi heboh lantaran hasil plagiat tersebut benar adanya, dan (itu) hasil Tulisannya Mita Handayani, Dengan penambahan (edit) sedikit diakhir."


Gambar: Screenshoot FB
Alih-alih, pasca ramai terbongkarnya tulisan terduga plagiat ini, akun facebook Afi Nihaya Faradisa pun sejak tengah malam hingga saat ini tak dapat diakses. Dihapus atau menghilang? Entahlah. Yuk, kita tunggu saja tanggapan Afi Nihaya seperti apa!
Read More

Friday, May 19, 2017

Afi Nihaya Faradisa : Kita tidak harus berpikiran sama, tapi marilah kita sama-sama berpikir

Lagi dan lagi, Afi Nihaya Faradisa kembali menjadi perbincangan netizen lantaran tulisannya di media sosial menjadi viral dan heboh. Tulisan tersebut dibuat sejak tanggal 15 mei 2017 pukul 10:21 dengan judul "Warisan". Tulisan ini membahas mengenai indahnya keberagaman yang ada di Indonesia. 
Foto: Afi Nihaya Faradisa (Facebook.com/afinihaya)
Di usianya yang terbilang masih remaja, tak sedikit orang dewasa dan juga orangtua memuji Afi, bahkan mungkin mereka mulai jatuh cinta dengan pandangan dan pola pikir Afi yang dituangkan ke dalam sebuah tulisannya. Diketahui, Afi merupakan salah seorang Siswi SMA Gambiran, Banyuwangi, Jawa Timur. Tulisan-tulisannya memang selalu ramai dan dinikmati banyak orang. 

Nah lewat tulisannya berjudul "warisan" yang sedang heboh kali ini, Afi pun mengajak seluruh warganegara Indonesia untuk bisa menjaga toleransi, khususnya di media sosial. Kini, berdasarkan hasil pantauan bidikbeasiswa.top di akun facebook milik Afi, tulisan berjudul "warisan" ini sudah dibagikan sekitar 27.472 kali tanggal 19/05/2017 (Update pukul 06:08) dan sudah mendapatkan respon sebanyak 5,2 rb komentar. Wow! banget bukan? :)

Penasaran tulisan afi berjudul "warisan" itu seperti apa? yuk, simak dibawah ini!

WARISAN

Ditulis oleh Afi Nihaya Faradisa
Foto: Afi Nihaya Faradisa (Facebook.com/afinihaya)

Kebetulan saya lahir di Indonesia dari pasangan muslim, maka saya beragama Islam. Seandainya saja saya lahir di Swedia atau Israel dari keluarga Kristen atau Yahudi, apakah ada jaminan bahwa hari ini saya memeluk Islam sebagai agama saya? Tidak.

Saya tidak bisa memilih dari mana saya akan lahir dan di mana saya akan tinggal setelah dilahirkan. Kewarganegaraan saya warisan, nama saya warisan, dan agama saya juga warisan. Untungnya, saya belum pernah bersitegang dengan orang-orang yang memiliki warisan berbeda-beda karena saya tahu bahwa mereka juga tidak bisa memilih apa yang akan mereka terima sebagai warisan dari orangtua dan negara.
.
Setelah beberapa menit kita lahir, lingkungan menentukan agama, ras, suku, dan kebangsaan kita. Setelah itu, kita membela sampai mati segala hal yang bahkan tidak pernah kita putuskan sendiri.
.
Sejak masih bayi saya didoktrin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Saya mengasihani mereka yang bukan muslim, sebab mereka kafir dan matinya masuk neraka. Ternyata, teman saya yang Kristen juga punya anggapan yang sama terhadap agamanya. Mereka mengasihani orang yang tidak mengimani Yesus sebagai Tuhan, karena orang-orang ini akan masuk neraka, begitulah ajaran agama mereka berkata. 

Maka, bayangkan jika kita tak henti menarik satu sama lainnya agar berpindah agama, bayangkan jika masing-masing umat agama tak henti saling beradu superioritas seperti itu, padahal tak akan ada titik temu. 

Jalaluddin Rumi mengatakan, "Kebenaran adalah selembar cermin di tangan Tuhan; jatuh dan pecah berkeping-keping. Setiap orang memungut kepingan itu, memperhatikannya, lalu berpikir telah memiliki kebenaran secara utuh."
.
Salah satu karakteristik umat beragama memang saling mengklaim kebenaran agamanya. Mereka juga tidak butuh pembuktian, namanya saja "iman". Manusia memang berhak menyampaikan ayat-ayat Tuhan, tapi jangan sesekali mencoba jadi Tuhan. Usah melabeli orang masuk surga atau neraka sebab kita pun masih menghamba.
.
Latar belakang dari semua perselisihan adalah karena masing-masing warisan mengklaim, "Golonganku adalah yang terbaik karena Tuhan sendiri yang mengatakannya". Lantas, pertanyaan saya adalah kalau bukan Tuhan, siapa lagi yang menciptakan para Muslim, Yahudi, Nasrani, Buddha, Hindu, bahkan ateis dan memelihara mereka semua sampai hari ini?
.
Tidak ada yang meragukan kekuasaan Tuhan. Jika Dia mau, Dia bisa saja menjadikan kita semua sama. Serupa. Seagama. Sebangsa.
Tapi tidak, kan?
.
Apakah jika suatu negara dihuni oleh rakyat dengan agama yang sama, hal itu akan menjamin kerukunan? Tidak!
Nyatanya, beberapa negara masih rusuh juga padahal agama rakyatnya sama.
Sebab, jangan heran ketika sentimen mayoritas vs. minoritas masih berkuasa, maka sisi kemanusiaan kita mendadak hilang entah kemana.
.
Bayangkan juga seandainya masing-masing agama menuntut agar kitab sucinya digunakan sebagai dasar negara. Maka, tinggal tunggu saja kehancuran Indonesia kita.
.
Karena itulah yang digunakan negara dalam mengambil kebijakan dalam bidang politik, hukum, atau kemanusiaan bukanlah Alquran, Injil, Tripitaka, Weda, atau kitab suci sebuah agama, melainkan Pancasila, Undang-Undang Dasar '45, dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

Dalam perspektif Pancasila, setiap pemeluk agama bebas meyakini dan menjalankan ajaran agamanya, tapi mereka tak berhak memaksakan sudut pandang dan ajaran agamanya untuk ditempatkan sebagai tolok ukur penilaian terhadap pemeluk agama lain. Hanya karena merasa paling benar, umat agama A tidak berhak mengintervensi kebijakan suatu negara yang terdiri dari bermacam keyakinan.
.
Suatu hari di masa depan, kita akan menceritakan pada anak cucu kita betapa negara ini nyaris tercerai-berai bukan karena bom, senjata, peluru, atau rudal, tapi karena orang-orangnya saling mengunggulkan bahkan meributkan warisan masing-masing di media sosial.
Ketika negara lain sudah pergi ke bulan atau merancang teknologi yang memajukan peradaban, kita masih sibuk meributkan soal warisan.
.
Kita tidak harus berpikiran sama, tapi marilah kita sama-sama berpikir.

Nah, itulah tulisan yang dibuat oleh Afi Nihaya Faradisa yang saat ini masih hangat di perbincangkan di sosial media. Mari sejenak kita merenung dari apa yang sudah ditulis anak remaja ini. Semoga bermanfaat!

Bidik Beasiswa merupakan portal pendidikan yang menyajikan info beasiswa dalam negeri, beasiswa luar negeri, tips dan trik beasiswa.
Read More

Friday, May 12, 2017

Persyaratan Umum untuk Mendaftar Beasiswa

Bicara soal pendidikan memang sangat penting bagi kita semua. Bisa dibayangkan coba, jikalau di negara tercinta kita Indonesia ini tidak ada yang berpendidikan? Waah... kayaknya bisa-bisa kalang-kabut nih sobat. Oleh karena itu, hal ini memang sangat penting untuk keberlangsungan hidup kita. Dengan pendidikan, kita bisa tahu mana yang salah dan mana yang benar. Dengan pendidikan pula, kita bisa mengerti apa itu kesuksesan.

Nah, bicara pendidikan, pemerintah kita indonesia sangat mendukung sekali, terbukti dengan banyaknya lembaga pendidikan yang berdiri di negara kita ini. Pemerintah juga sedang berupaya untuk memajukan pendidikan, hal ini terbukti dengan banyaknya program, mulai dari pemberian beasiswa dan lain-lain.

Bicara beasiswa, pastinya banyak sekali beasiswa yang ditawarkan oleh pemerintah indonesia. Beasiswa yang sangat populer saat ini adalah beasiswa lpdp. Bukan hanya pemerintah saja, akan tetapi banyak juga dari lembaga-lembaga lainnya, baik beasiswa dalam negeri maupun luar negeri. Eits.. namun perlu diingat, untuk mendapatkan beasiswa juga harus punya amunisi dan daya saing kuat yaa, hal itu dikarenakan banyaknya persyaratan-persyaratan dalam proses memperoleh beasiswa. Oleh karena itu, mari kita membahas soal persyaratan-persyaratan apa saja agar kita bisa mengikuti seleksi beasiswa.
Catat! Syarat-syarat Umum Beasiswa
Ketika waktu yang ditentukan telah tiba, momentum itu menjadi penentu langkah. Apakah akan terus berjuang atau berhenti sampai di situ.

Berikut dibawah ini syarat-syarat umum yang diperlukan saat mendaftar beasiswa:

  1. Untuk mendaftar beasiswa, nilai Indeks Prestasi (GPA) sangat penting, ya minimum kalian harus memperoleh 3.00. Namun, ini bukan salah satu patokan, banyak diluar sana yang tidak mensyaratkan 3.00. Akan tetapi, anda perlu belajar dengan rajin untuk bisa mendapatkan IP minimum 3. Toh, ini kan untuk kita juga, agar peluang mendapatkan beasiswa terbuka lebar. Nah, bukan hanya itu saja ternyata, tetapi juga akan dilihat pada setiap semesternya. Jika lebih mendapatkan poin untuk peserta penerima beasiswa dengan IP yang trafiknya naik, itu salah satu perkembangan yang baik dan berpeluang lebih besar.
  2. Untuk mendaftar beasiswa, Kemampuan berbahasa Inggris adalah hal lain yang amat penting. Merka biasanya yang dipakai adalah IELTS min. 6,5 atau TOEFL min. 500. Oleh karena itu, banyaklah belajar dan persiapkan kemampuan bahasa inggris anda.
  3. Untuk mendaftar beasiswa, batasan umur juga dipertimbangkan. Biasanya batasan umur yang ditetapkan berbeda-beda, tergantung jenjang yang akan diambil. Misalnya akademi, BA, pasca sarjana, ataupun juga doktor.
  4. Untuk mendaftar beasiswa, keadaan finansial juga dipertimbangkan. Untuk mendapatkan beasiswa, kemampuan ekonomi seseorang juga turut memengaruhi layak tidaknya ia mendapatkan beasiswa. Untuk mendapatkan beasiswa dengan alasan ini kamu juga harus memberi bukti-bukti otentik bahwa kamu berasal dari keluarga yang kurang mampu. Misalnya surat keterangan dari Pak RT/Lurah.
  5. Untuk mendaftar beasiswa, formulir aplikasi sangat penting. Banyak dari mereka yang melamar dan gugur lantaran soal formulir. So... Formulir harus diisi selengkap-lengkapnya ya sobat, sebenar-benarnya dan tentunya sejelas-jelasnya. Sobat juga harus melampirkan beberapa dokumen-dokumen yang dibutuhkan untuk seleksi. Biasanya di formulir ini juga ada essay mengenai alasan mengapa kamu pantas mendapatkan beasiswa itu, atau topik lain yang ditentukan oleh pihak pemberi beasiswa.
  6. Pekerjaan, beberapa beasiswa mensyaratkan bahwa calon pelamar harus memiliki pengalaman kerja minimal 2 tahun, dan umunya yang memiliki kesempatan besar untuk mendaparkan beasiswa di luar negeri bagi mereka adalah Pegawai Negeri Sipil.
  7. Dan yang selanjutnya adalah surat rekomendasi dari profesor, dosen, ataupun pimpinan di tempat Anda bekerja. Perlu diketahui, surat rekomendasi yang baik akan menjadi penunjang poin lebih yang menunjukkan bahwa kalian layak mendapat beasiswa di mata para reviewer/ penyeleksi beasiswa.
Nah, sebenarnya masih ada banyak lagi persyaratan-persyaratan khusus lainnya yang berbeda, tentunya pada setiap jenis dan jenjang beasiswa. Persyaratan-persyaratan umum ini menjadi basic dasar saja, agar dipersiapkan dengan baik oleh kalian para pemburu beasiswa. Bagiamana, apa kalian siap dengan persyaratan-persyaratan diatas? Yuk, sama-sama mempersiapkan diri.
Perlu kalian ketahui, persyaratan diatas hanya sekedar gambaran saja, tergantung nantinya para pemberi beasiswa sendiri yang mensyaratkan poin-poin apa saja. Bisa jadi yang diatas masuk, ataupun bisa juga beberapa poin persyaratan diatas di tiadakan. 
Yakin. Adanya tujuan dan orientasi yang jelas, bisa mengubah kelemahan menjadi kekuatan. Semoga bermanfaat dan jangan lupa berbagi info seputar beasiswa ini ya sobat!
Read More